(。◕‿◕。) AYO RAIH PRESTASI



Assalamu'alaikum. Di dalam blog ini terdapat sekumpulan materi sekolah maupun kuliah. Ingin usul materi lain?
Silakan tinggalkan komentar / isi guest book di sidebar sebelah kanan ya.
Bagi-bagi ilmu sambil cari rezeki. Bismillah. Kami menjual aneka gamis, baju couple, sandal karakter, garskin HP, garskin notebook / laptop, stiker pengiriman, desain brosur, dll. Minat? Just comment. :)

Warm regards

-Ririt & Riana-

Kursor

Queens Crown
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

MODUL UNSUR HALOGEN


SIFAT-SIFAT UNSUR HALOGEN
Sifat-sifat fisika unsur Halogen adalah :
a. Unsur halogen adalah non logam bersifat racun dan sangat reaktif karena elektronegatifitas dan afinitas elektronya besar
b. Molekul unsur halogen adalah diatomic dan warnanya dalam bentuk gas sbb : Gas fluorin ( F2) kuning muda , gas Clor ( Cl2 ) hijau muda, gas Brom ( Br2 ) merah tua , uap Iodin ( I2) ungu sedangkan iodin padat hitam dan Astatin bersifat radioaktif.
c. Kelarutan unsur halogen dalam air bervariasi dari fluorin s/d Iodin makin sukar larut yaitu:
Gas fluorin ( F2) sangat mudah larut dalam air, larutanya berwarna kuning muda dan F2 mengoksidasi air sbb : 2F2 (g) + 2H2O(l) → 4HF(g) + O2(g)
😊

Kamis, 13 Desember 2012

KEGUNAAN SENYAWA KIMIA DAN NOMOR ATOMNYA



1.      BELERANG
Kegunaan belerang yang utama adalah untuk membuat asam sulfat,
vulkanisasi karet, dan membasmi penyakit tanaman. Belerang juga digunakan
untuk membuat CS2 dan senyawa belerang lainnya. Belerang dapat diperoleh dengan cara ekstraksi melalui proses Frasch.

2.      OKSIGEN (O) nomor atom=8
Kegunaan oksigen atau manfaat oksigen adalah:
·         Gas oksigen digunakan untuk pernapasan semua makhluk hidup
·         Gas oksigen diperlukan untuk proses pembakaran
·   Pada industri kimia, oksigen digunakan sebagai oksidator untuk membuat senyawa-senyawa kimia
·         Oksigen cair digunakan untuk bahan bakar roket
·   Campuran gas oksigen dan hidrogen digunakan sebagai bahan bakar pesawat ruang angkasa (sel bahan bakar)
·         Bersama dengan asetilena digunakan untuk mengelas baja
·         Dalam industri baja digunakan untuk mengurangi kadar karbon dalam besi gubal
3
3.  ASAM SULFAT (H2SO4)
Kegunaan atau manfaat asam sulfat adalah:
·       Untuk membuat pupuk, misalnya ZA (NH4)2 SO4 dan detergen
·       Untuk pemurnian minyak bumi
·       Untuk memperoleh asam-asam lain, misalnya HCl, HNO3, H3PO4, dan HF
·       Untuk elektrolit pada aki dan pembuatan bahan peledak dan polimer serat
·       Untuk bahan peledak
·       Untuk zat pewarna
·       Untuk bahan obat-obatan
😊

Rabu, 07 November 2012

TUGAS KLIPING MAKALAH IKATAN KIMIA LENGKAP



Ikatan Kimia dapat disebut sebagai gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa. Konsep ini pertama kali dikemukakan pada tahun
1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel
(1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000).

Konsep tersebut adalah :
1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa   merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil.
2. Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti   gas mulia. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron.
3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron secara bersama-sama.


2.1 Konfigurasi Elektron Gas Mulia

Dibandingkan dengan unsur-unsur lain, unsur gas mulia merupakan unsure yang paling stabil. Kestabilan ini disebabkan karena susunan elektronnya berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh).
Hal ini dikenal dengan konfigurasi oktet, kecuali helium dengan konfigurasi duplet .

Gas mulia mempunyai elektron pada kulit terluar dua untuk He dan delapan untuk Ne, Ar, Kr, XE. Dan Rn . 

2He   =  2                                                                ev  =  2
10Ne  =  2 . 8                                                           ev  =  8
18Ar   =  2 . 8 . 8                                                      ev  =  8
36Kr   =  2 . 8 . 18 . 8                                                ev  =  8
54Xe   =  2 . 8 . 18 . 18 . 8                                         ev  =  8
86Rn   =  2 . 8 . 18 . 32 . 18 . 8                                   ev  =  8
  
Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan membentuk ikatan agar dapat menyamakan konfigurasi elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet. Konfigurasi oktet (konfigurasi stabil gas mulia) dapat dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkan elektron. Dalam mempelajari materi ikatan kimia ini, kita juga perlu memahami terlebih dahulu tentang lambang Lewis. Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Elektron dalam lambang Lewis dapat dinyatakan dalam titik atau silang kecil (James E. Brady, 1990) .


Pengecualian Aturan Oktet

Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai berikut :

1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet.
Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4 termasuk dalam kelompok ini. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet. Contohnya adalah BeCl2, BCl3, dan AlBr3.(atom B belum oktet) .

2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil.
Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) =17.

3. Senyawa yang melampaui aturan oktet.
Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung hingga 18 elektron). Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan SbCl5. Perhatikan rumus Lewis dari PCl5, SF6, dan ClF3 berikut ini. PCl5 SF6 ClF3 .



 Kegagalan Aturan Oktet

Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun postransisi. Unsur postransisi adalah unsur logam setelah unsur transisi, misalnya Ga, Sn, dan Bi. Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2. Begitu juga Bi yang mempunyai 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3. Pada umumnya, unsur transisi maupun unsur postransisi tidak memenuhi aturan oktet .


IKATAN ION

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen). Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu .


Senyawa ion dapat diketahui dari beberapa sifatnya, antara lain:
😊
Copyright© All Rights Reserved ayoraihprestasi.blogspot.com